Perdamaian
- Józef Trzebuniak

- 17 Feb
- 2 menit membaca

Santo Paulus memohon kepada kita hari ini dalam nama Yesus Kristus: damaikanlah dirimu dengan Allah. Lihatlah betapa banyak perang yang berkecamuk di dunia, betapa banyak keluarga yang hancur berantakan, betapa besar perpecahan di antara kita dan betapa banyak kegelisahan yang bersarang di hati kita masing-masing. Dan begitu sering akar dari semua ini adalah ketiadaan perdamaian. Tampaknya begitu jelas, namun betapa sulitnya bagi kita untuk berdamai bahkan dengan diri kita sendiri — untuk mengampuni diri sendiri atas segala dosa, kesalahan dan kelalaian kita. Betapa beratnya untuk menghampiri sakramen tobat demi berdamai dengan Allah dan dengan sesama. Itulah mengapa sangat penting untuk mengawali Masa Prapaskah dengan sakramen rekonsiliasi. Dan jika hal ini terasa sulit bagi kita maupun bagi orang-orang yang kita kasihi, kita harus berdoa memohon anugerah rekonsiliasi ini. Itulah mengapa selama empat puluh hari puasa ini diadakan devosi Jalan Salib — melalui devosi-devosi ini kita dapat memohonkan bagi diri kita sendiri dan bagi orang-orang tercinta kita anugerah rekonsiliasi, terutama dengan Allah Bapa yang penuh belas kasih.
Satu-satunya jalan menuju kekudusan adalah Yesus Kristus sendiri, Putera Allah. Kita tidak dapat menguduskan diri sendiri, dan kita tidak mampu membebaskan diri dari dosa-dosa kita dengan kekuatan kita sendiri. Kita pun tidak mampu, dengan kekuatan sendiri, mengalahkan kuasa roh jahat. Kita membutuhkan persekutuan dengan Kristus — melalui Kristus dan di dalam Kristus. Kita mendapatkan akses kepada persatuan dengan Sang Guru ini dalam setiap perayaan Ekaristi. Hanya di dalam Dia dan melalui Dia kita dapat menjadi lebih adil, lebih baik, bahkan menjadi kudus. Oleh karena itu kita perlu bekerja sama dengan Yesus agar pada akhirnya kita bertobat. Kita juga membutuhkan doa bersama dan doa syafaat, agar kita semua — sebagai komunitas orang beriman — dapat semakin mendekat kepada Allah.
Kita tidak boleh menerima rahmat Allah dengan tidak layak atau dengan sia-sia — yakni anugerah sakramental berupa pengakuan dosa dan komuni kudus. Oleh karena itu marilah kita berdoa sepanjang Masa Prapaskah ini agar Tuhan kita membasuh kita sepenuhnya dari kesalahan-kesalahan kita dan menyucikan kita dari dosa-dosa kita. Marilah kita sungguh-sungguh menyesali kesalahan kita. Marilah kita mengakui ketidakbenaran dan kedosaan kita, agar kita menjadi layak untuk berdamai satu sama lain dan dengan Allah Bapa kita. Ini adalah waktu yang kudus bagi Tuhan Allah untuk memurnikan hati kita dan memperbarui di dalam diri kita kuasa Roh Kudus-Nya. Janganlah kita mengeraskan hati kita, melainkan marilah kita mendengarkan suara Tuhan.




Komentar